just a short story
Sore itu cuaca begitu sejuk. Angin bertiup sepoi-sepoi membelai tubuhku. Matahari pun mulai melemahkan cengkeraman sinarnya kepadaku. Keadaan yang begitu indah dan menyenangkan hati. Ditambah lagi mulai sepinya jalan-jalan sepanjang kompleks MAN Insan Cendekia, yang semakin menambah kesyahduan suasana saat itu.
Hari itu begitu aneh. entah mengapa setiap orang terasa begitu berbeda. Ada yang biasanya begitu baik, tiba-tiba terlihat sangat cuek. Ada pula yang biasanya selalu bersikap ceria, entah kenapa hari ini begitu murung. Dan yang lebih aneh lagi, semuanya bersikap seakan-akan tidak saling mengenal kepada semua orang. Tidak hanya kepadaku. Bahkan kepada teman-teman mereka yang akrab pun, mereka seakan-akan tidak pernah saling mengenal.
Kejadian hari itu dimulai ketika aku bangun tidur. Aku yang biasanya bangun pukul empat pagi, tiba-tiba terhenyak pada pukul dua dini hari karena mendengar sebuah dentuman yang begitu keras. Kulihat keluar melalui jendela asramaku, namun tak kulihat apapun. Kucoba tunggu hingga beberapa menit, namun tetap tidak ada yang berubah. Lalu coba kulihat teman sekamarku, Yuko, Husen, maupun Alfa. Namun mereka tetap tertidur pulas seakan-akan tidak terjadi apapun. Aku pun masih tidak percaya tentang hal itu. Kulihat kembali melalui jendela ke tempat yang kukira terjadi dentuman itu. Namun ternyata hasilnya pun sama. Tidak terjadi apapun. Aku pun bertanya dalam hati apakah aku sedang bermimpi? Tapi aku yakin itu bukan mimpi. Kucubit pipiku sekuat tenaga. “Auw,” teriakku akan hal itu. (More …)
fizi 3:28 AM on Januari 3, 2010 Permalink |
hanifah rahmani!!