Ramadhan, Kontribusi Nyata untuk Indonesia

essay ini sebenarnya ditujukan untuk rdk ugm 2012. namun, masih belum beruntung. jadi, dipost di sini saja ya

            Indonesia adalah sebuah negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Dalam sensus terakhir yang dilakukan pada 2010, diketahui jika populasi umat muslim di Indonesia mencapai 180 juta jiwa atau sebesar 70 % dari total penduduk Indonesia. Prosentase ini bahkan melebihi jumlah populasi dari negara Arab Saudi, yang notabene adalah negara tempat Islam pertama kali disebarluaskan oleh Nabi Muhammad SAW, dimana prosentasi umat muslim di dunia mencapai hampir 10 % dari total penduduk muslim dunia.

Selain dikenal sebagai negara muslim terbesar, Indonesia juga dikenal sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam terbesar di dunia.  Sebagaimana kata pepatah, Indonesia bak gemah ripah loh jinawi. Bahkan, seorang Multatuli menyebut Indonesia seperti sebuah zamrud di katulistiwa. Hal itu menandakan betapa indahnya kekayaan sumber daya alam Indonesia yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Namun, satu hal yang ironis adalah ketika semua itu tak lagi dikuasai secara utuh oleh bangsa ini. Segala kekayaan yang begitu berlimpah ternyata hanya dinikmati oleh segelintir dari bangsa ini. Sementara itu, sebagian besar sisanya telah dikuasai dan dinikmati oleh bangsa-bangsa lain. Contoh paling mudah adalah bagaimana tambang emas terbesar di dunia yang terletak di timur Indonesia, yang telah lama dinikmati hasilnya bukan oleh bangsa Indonesia, namun justru negara –negara adidaya yang mengeruk dan menghabiskan logam mulia tersebut.

Tak hanya dari sektor pemanfaatan sumber daya alam Indonesia yang masih belum dapat dikelola secara mandiri. Masih banyak sektor-sektor lain yang sampai saat ini masih bergantung akan negara-negara lain. sektor infrastruktur, manufaktur, dan energi adalah beberapa dari sekian banyak sektor dimana Indonesia masih belum bisa mandiri.

Hal itu menyebabkan kemiskinan masih terus berkembang di Indonesia. Tercatat sekitar 13,33 % masyarakat Indonesia  memiliki pendapatan per kapita di bawah garis kemiskinan. Atau sekitar 31 juta jiwa. Angka tersebut turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 32 juta jiwa.

Sementara itu, dari 31 juta jiwa penduduk Indonesia yang berada di bawah kemiskinan, 64,23% masyarakatnya berada pada daerah pedesaan. Hal tersebut menandakan jika pertumbuhan perekonomian Indonesia masih belum merata. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di perkotaan lebih tinggi dan lebih cepat dibandingkan pertumbuhan ekonomi di pedesaan.

Menilik hal di atas, sudah sepatutnya jika umat muslim di Indonesia bertindak sebagai pionir dalam pergerakan perekonomian Indonesia pada umumnya dan perkenomian Islam di Indonesia pada khususnya. Mulai menjamurnya sistem perbankan syariah yang menggeser dominasi dari sistem perbankan konvensional, dapat dijadikan momentum bagus bagi umat muslim untuk terus berkembang. Bahkan, pakar ekonomi barat secara gamblang menyebutkan jika sistem ekonomi perbankan syariah adalah sistem perbankan yang paling menguntungkan.

Dalam menuju pergerakan ekonomi yang lebih baik, bulan ramadhan juga dapat dijadikan momentum yang baik untuk bergerak. Ada beberapa faktor yang mengakibatkan ramadhan dapat dijadikan momentum yang baik untuk mengembangkan potensi ekonomi. Setidaknya ada tiga faktor utama yang mendukung terjadinya kontribusi nyata bagi Indonesia oleh umat muslim khususnya dalam bidang perekonomian.

Yang pertama adalah aspek historis. Tak dapat dipungkiri, aspek historis tetap memegang peranan penting dalam sebuah pergerakan. Kejadian yang pertama yang pernah terjadi dalam bulan ramadhan ini adalah perang Badar. Masih lekat dalam ingatan, dimana pada saat itu umat muslim membuat sebuah langkah progresif terbesar dalam sekian banyak bentuk pergerakan umat muslim. Dapat dibayangkan jika pada saat itu umat muslim kalah dalam perang badar, maka bisa saja Islam tidak tersebar seluas saat ini. selain peristiwa tersebut, juga ada peristiwa penting utamanya bagi rakyat Indonesia. Karena, pada bulan ramadhan jugalah proklamasi republik Indonesia dilaksanakan. Hal itu membuat Indonesia menjadi negara pertama yang merdeka pada abad ke-20, serta menjadi pemicu terjadinya kemerdekaan di negara-negara lain. Sehingga, setidaknya dua peristiwa historis di atas telah menjadi bukti awal mengapa pergerakan umat muslim pantas untuk dimulai pada bulan ramadhan.

Yang kedua adalah faktor ibadah dalam bulan ramadhan sendiri. sebagaimana yang telah disebutkan dalam beberapa hadits, jika semua ibadah yang dilakukan pada bulan ramadhan akan dilipat gandakan pahalanya. Hal itu tentunya akan memberikan sebuah dampak positif tambahan yang akan semakin mendorong kita untuk terus melakukan kontribusi. Ibarat kata, jika pada bulan biasa saja memberikan kontribusi pada sebuah negeri akan dicatat sebagai pahala yang besar sebagai bentuk tolong menolong kepada sesama serta bukti kita mencintai negeri ini. apalagi apabila kegiatan tersebut dilakukan pada bulan ramadhan. Tentu akan semakin memperbesar ganjaran yang diberikan. Ditambah lagi, dalam bulan ramadhan selain ada ibadah puasa yang diwajibkan, juga ada ibadah zakat. Dan zakat merupakan salah satu bentuk kontribusi yang nyata kepada masyarakat Indonesia. Hal itu disebabkan, kedudukan zakat yang apabila kita lihat dari sudut pandang sosial, akan memberikan efek positif dalam  hubungan bermasyarakat. Sehingga, diharapkan ketika ramadhan telah usai, maka hubungan bermasyarakat juga akan baik sebaik hubungan seorang hamba kepada Allah SWT

Dan faktor yang terkahir adalah faktor potensi zakat. Sebagaimana dipaparkan di atas, jika rasio penduduk Indonesia yang dibawah garis kemiskinan masih sangat besar. Tentu angka tersebut merupakan jumlah yang besar sebagai potensi zakat di Indonesia. Kita asumsikan jika satu orang dari masyarakat kurang mampu menerima satu paket zakat fitrah. Maka, total zakat fitrah yang dibutuhkan adalah sebesar 77500 mega ton beras. Lalu, apabila 1 kilo berasnya kita beri harga 8000 rupiah, maka terdapat potensi zakat sebesar  Rp   620,000,000,000.00. sebuah angka yang sangat besar untuk ukuran negara berkembang seperti Indonesia. Maka, menilik angka tersebut, bukan hanya zakat fitrah yang akan mampu mengurangi kemiskinan, namun juga zakat mal. Sebagaimana kita ketahui bersama jika zakat mal pun juga memiliki ukuran perhitungan tersendiri yang berbeda dibandingkan dengan zakat fitrah.

Namun, yang ironis adalah ketika menilik data Peta Kemiskinan: Data Mustahik, Muzaki, dan Potensi Pemberdayaan Indonesia (2010). Dalam data tersebut tercatat jika muzaki hanya sebesar  23.676.263. terlepas dari kevalidan angka tersebut, tentu hal tersebut merupakan hal yang sangat disayangkan. Selain itu, dengan adanya defisit sekitar 9 juta jiwa, menandakan jika perlunya digalakkan kembali potensi zakat yang seharusnya ada. Selain zakat, tentunya sedekah dan infak juga tidak boleh terlupakan. Mengingat masih ada 9 juta jiwa yang masih belum tertutupi.

Dari ketiga faktor di atas, mutlak dibutuhkan sebuah partisipasi nyata dari seluruh umat muslim di Indonesia. Karena tanpa gerakan yang nyata, mustahil akan timbul perubahan positif di Indonesia. Karena, apabila bukan umat muslim yang memulai, lantas siapa yang akan memulai. Hal itu tidak terlepas dari besarnya sumber daya manusia yang dimiliki. Selain itu, merupakan kewajiban dari kita untuk selalu memberikan manfaat bagi sekitar, khususnya kepada saudara-saudara kita yang masih membutuhkan. Serta apabila kita kaitkan dengan aspek kebangsaan, hal ini adalah bentuk ucapan syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat kemerdekaan yang diberikan. Sehingga, sudah selayaknya jika kita mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif dan bermakna. Dan pada akhirnya, Islam sebagai rahmatan lil alamin akan benar-benar terjadi di bumi Indonesia. Wallahu alam bisshowab

Daftar referensi

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/04/03/m1wj1n-mentan-konsumsi-beras-indonesia-terlalu-banyak

http://www.suara-islam.com/read3847-Jumlah-Umat-Islam-Indonesia-Hanya-180-Juta-Jiwa–.html

http://www.anashir.com/2012/05/102159/46553/10-negara-dengan-jumlah-penduduk-muslim-terbesar-di-dunia

http://www.bps.go.id/index.php?news=776

http://lazarrahmah.blogspot.com/2012/06/potensi-zakat-dalam-pengentasan.html

Shihab, Quraish. 2011. Membaca Sirah Nabi Muhammad. Jakarta: Lentera Hati

About these ads

About Adib

Muchammad Adib | Insan Cendekia 2011 | Axivic Lunarismosinerati | Power Electrical Engineering Universitas Gadjah Mada | F1 engineer wannabe

Posted on 26 August 2012, in Opini and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 69 other followers

%d bloggers like this: