Kisruh.. kisruh…

Sekali lagi, tak ada lagi yang namanya perdamaian yang abadi di dunia ini. Setiap yang damai, pasti akan menuju kehancuran. Sementara itu, segala yang dalam kehancuran, pasti akan menuju perdamaian yang diinginkan oleh semua orang. Itulah hukum alam yang berlaku di dunia perdamaian internasional khususnya. Tak mengenal tempat, waktu, ataupun pemimpin yang tengah berkuasa pada masa itu. Semuanya pasti akan kembali pada hukum alam tersebut.
Tak ada yang menyangka jika kekuasaan yang begitu lama dari penguasa tanah Arab akan berakhir sebagaimana yang kita lihat pada akhir-akhir ini. Semuanya anarkis. Tak terlihat sedikitpun usaha untuk menciptakan perdamaian tanpa sebuah pengorbanan darah dari masing-masing pihak ynag tengah berseteru. Seakan-akan anarkis itulah jalan terakhir untuk mencapai sebuah perdamaian yang diidam-idamkan.
Kekayaan negara dengan limpahan uang ternyata tidak menjamin negara tersebut akan aman dari konflik. Kekayaan yang diberikan kepada penduduknya ternyata tidak menjamin pemimpin negara tersebut akan aman dari kritik, guncangan dari pihak oposisi, atau bahkan kudeta yang dilakukan kepadanya. Tapi, itulah yang kenyataannya tengah menerpa para pemimpin negara-negara Arab yang saat ini didera badai pelengseran pemimpin. Lamanya proses pemerintahan yang telah dijalankan dengan tak adanya konstitusi yang mengahalangi proses tersebut, mengakibatkan masyarakat banyak yang merasa jengah terhadap pemerintahaan. Mulai yang katanya korupsi uang negara, pelanggaran HAM, atau alasan yang lain, yang mengakibatkan masyarakat-masyarakat Arab berani mengeluarkan aspirasi terdalamnya.
Apabila kita bandingkan dengan di Indonesia, keadaan force majour seperti itu mungkin sulit terjadi. Meskipun, tak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Korupsi saat ini tengah marak-maraknya di Indonesia, kasus suap yang merajalela, bahkan kemiskinan yang masih terus menggerogoti sendi-sendi rakyat Indonesia, dapat menjadi pemicu anarkisme yang terjadi di Indonesia. Sejarah membuktikan, massa dapat membawa perubahan yang revolusioner. Namun, sejarah juga membuktikan jika lebih dari 50% gerakan massa juga membawa korban jiwa yang tidak sedikit.
Kita semua sebagai bangsa Indonesia tentu berharap agar apapun yang terjadi di Indonesia, semua dari kita dapat menanggapinya dengan sikap yang dewasa. Tak perlulah ada yang namanya kekerasan yang anarkis yang dapat membawa banyak korban. Tak perlulah ada nyawa yang melayang sia-sia hanya demi sebuah tujuan yang belum tentu akan berguna dan bekerja dengan baik di masa depan. Kita adalah bangsa yang besar yang mencintai perdamaian. We are a big country who love peace!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s