Independent day not independence day

Satu minggu yang lalu, Indonesia telah merayakan ulang tahunnya yang ke 67. Usia yang dapat dikatakan cukup matang untuk ukuran sebuah negara. Satu minggu yang lalu juga secara kebetulan peringatan ulang tahun kemerdekaan RI jatuh pada hari Jumat pada bulan Ramadhan. Sebuah kebetulan yang juga terjadi pada saat proklamasi 67 tahun yang lalu yang juga jatuh pada hari Jumat pada bulan Ramadhan.

Berbicara akan kemerdekaan. Tampak jika Indonesia belumlah sepenuhnya merdeka. Mungkin Indonesia telah merdeka dalam hal bebas penjajahan. Namun selain itu? Kita belumlah sepenuhnya merdeka. Kita baru saja bebas dari belenggu penjajahan. Atau kita baru dapat dikatakakan independent. Tapi belum mencapai independence.

Beberapa indikator menunjukkan kita masih independent tapi belum independence. Kita sudah bisa mengolah sumber daya alam di Indonesia. Tapi, kita masih belum bisa menguasainya. Bukti paling konkrit adalah pengolahan sumber daya minyak di beberapa kilang minyak. Telah banyak lulusan teknik perminyakan di Indonesia. Kualitasnya pun tidaklah kalah dengan lulusan luar negeri. Namun, apakah kita telah menguasai pengolahannya? Jawabannya adalah belum. Pengolahannya masih dikuasai oleh perusahaan asing. Sementara Indonesia terkadang hanya mendapatkan sisanya.

Selain hal di atas, juga ada dalam bidang pangan. Kita mempunyai ladang pertanian yang sangat luas.  Ibarat kata, sekali tanam akan tumbuh seribu buah. Namun, apa yang terjadi pada saat ini? kemiskinan dan kelaparan masih merajalela. Sekitar 32 juta penduduk masih hidup di bawah garis kemiskinan. Impor beras masih dilakukan. Bahkan yang sangat ironis adalah ketika Indonesia harus mengimpor garam dari negara tetangga. Lalu, kemanakah lautan Indonesia yang sangat dibangga-banggakan? Dibuang atau diabaikan?

Itu semua merupakan hal yang harus kita selesaikan secara bersama-sama. Diperlukan sebuah usaha yang sinergis antara pihak pemerintah, industri, serta rakyat itu sendiri. tanpa adanya sinergis antara 3 pihak itu, mustahil akan timbul perkembangan yang baik.

Dan di ulang tahun yang ke 67 tahun ini, mari kita sama-sama duduk sejenak, memikirkan apa yang seharusnya kita lakukan demi lambang garuda di seluruh dada masyarakat Indonesia. Lupakan permusuhan, satukan visi dan misi. Semuanya untuk Indonesia tercinta. One love, One faith, one heart, and one trust for our beloved Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s