Kita lihat saja nanti

Ada sebuah pepatah yang udah pasti kita kenal semua. Hidup itu tidaklah mudah. Atau dalam versi modernnya, hidup itu tidaklah seindah di ftv. Yang pasti kedua pepatah itu memiliki makna yang sama.tidak ada yang mudah dalam segala kehidupan ini. bahkan, seekor kupu-kupu pun harus berjuang untuk menjadi kupu-kupu saat akan meninggalkan fase kepompong.

Dan begitulah kehidupan gue. Gue harus bener-bener bersyukur atas nikmat Allah, karena gue telah diberikan banyak kemudahan hingga saat ini. tapi, kehidupan gue sendiri tidaklah semudah kelihatannya. Ada banyak batu-batu yang menghadang dalam segala jalan yang coba gue lewati.

Salah satunya adalah ketika gue udah di semester 3 ini. semester yang kata kakak-kakak angkatan adalah semester paling berat di teknik elektro. Ya jelas aja, praktikum ada 3. Dan sampai gue menulis artikel ini, 9 laporan telah menanti untuk gue sentuh. Bukan cuma praktikum, tapi juga mata kuliah yang bisa dibilang fundamental untuk penentuan konsentrasi nantinya juga cukup menambah beban. Satu mata kuliah adalah fundamental dari STL. Sementara satu mata kuliah lain adalah dasar dari SIE. Sampai terkadang gue bergurau sambil menghibur diri gue sendiri utamanya ketika ditanyain masalah konsentrasi yang bakal gue ambil. Dan gue jawab aja, gue bakal ambil konsentrasi spesialis kedokteran bedah. Hahahaha.

Disamping masalah akademis, masalah non akademis pun juga cukup menguras habis energi gue. Mulai dari ketua tc 2013, yang gue sendiri sebenarnya ditunjuk “secara paksa” untuk menjadi ketua disini, SC masterpiece, acara dimana gue sendiri berharap untuk tidak turun menjadi panitia OC apalagi menjadi ketua OC, dan berbagai hal-hal lainnya. Kenapa gue gak mau turun ke OC ketika acara masterpiece? Itu tidak lebih karena gue mencoba ingin fokus ke acara gue tc 2013. Selain itu, juga ada alasan lain yang mungkin ada beberapa temen gue yang udah tahu dan mungkin tidak akan gue tulis disini. Yang misterius biarlah tetap menjadi misterius. Dan yang sangat ingin gue hindari adalah bulan desember nanti. Ada apakah di bulan desember? Itulah masa-masa pergantian jabatan di BEM KMFT. Jujur aja, sampai sekarang gue sama sekali gak siap untuk menerima amanah menjadi salah satu petinggi disana. Selain karena skill yang masih belum mumpuni, jarangnya gue “nongkrong” di sekre, juga karena ada sedikit perbedaan prinsip disana. Dan itu semua semakin ingin gue melewati bulan desember dan langsung masuk ke bulan januari. Jabatan di kmteti? Gue juga mencoba untuk menghindarinya. Selain karena sekali lagi ada perbedaan prinsip disana, juga gue merasa belum menemukan feel keluarga di sana. Jujur aja, sampai sekarang gue lebih merasa anak bem dari pada anak km. Meskipun gue jarang di bem, tapi entah kenapa gue lebih merasa memiliki di sana. Entah kenapa setiap gue kembali ke km, gue merasa seperti orang hilang di gurun pasir. Asing, dan terasa tidak nyaman auranya. (lebay). Tapi itu serius yang gue rasain. Jadi, buat jadi ph di km, mungkin gue harus berpikir beberapa kali. Dan seringkali gue punya bayangan bagaimana kalau gue off organisasi sejak semester 4 dan memulai kembali fokus gue di kuliah. Jujur aja, terkadang gue iri kepada temen-temen gue yang bisa fokus di kuliah tanpa terganggu hal-hal di luar kuliah itu sendiri. sesuatu yang tidak pernah gue dapatkan sejak semester 1.

Sekali lagi, hidup itu tidak akan pernah mudah. Namun, dengan segala kesulitan itulah gue lebih merasakan feelnya. Gue bisa ketemu temen baru, bisa menemukan “keluarga” baru, bisa lebih kritis akan kehidupan sosial di sekitar gue, dan yang pasti gue lebih bisa menganalisis segala hal di sekeliling gue. Yang sangat di sayangkan adalah gue belum menemukan cewek yang cocok. Hahaha. #abaikan.

Gue sendiri berusaha menjalani segala permasalahan di atas dengan santai. Karena menurut gue, percuma aja kita mengeluh atau menyerah terhadap keadaan. Karena itu semua tidak akan pernah mengubah hasil akhirnya. Dan karena gue percaya akan selalu ada yang membantu gue. Yang utama tentunya adalah Allah dengan segala kuasanya yang selalu gue yakini akan memberikan yang terbaik buat gue. Juga sekeliling gue yang akan membantu gue. Entah itu hanya sekedar dukungan moril, tapi itu sangatlah berarti buat gue.

Dan mengutip dari salah satu film Indonesia terbaik yang pernah gue tonton, 3 hati 2 dunia 1 cinta, “kita lihat saja nanti”. Ya kita lihat saja nanti, bagaimana nilai akademis gue di akhir semester 3 nanti. Kita lihat saja nanti bagaimana hasil kepanitiaan gue. Kita lihat saja nanti apakah gue bakal menjadi salah seorang pejabat di salah satu organisasi yang bakal gue ikuti. Dan kita lihat saja nanti siapakah cewek yang bakal jadi pacar gue. Hahaha. Semoga apa yang bakal kita lihat nanti adalah yang terbaik untuk kita semua. Amiin.

15 there’s still time for you
Time to buy and time to lose
15, there’s never a wish better than this
When you only got 100 years to live>
(five for fighting – 100 years)

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s