Haruskah menjadi orang lain?

Udah hampir 4 bulan gue menjabat sebagai kepala departemen kajian strategis di bem kmft. Artinya, kepengurusan gue tinggal 8 bulan lagi. Dan setelah itu, bebas. Hehe. Dan selama 4 bulan ke belakang gue udah mengalami berbagai hal. ya, disini coba gue bahas lebih detail. Utamanya buat teman-teman yang ingin tau lebih tentang apa yang gue rasain selama ini dan beberapa alasan yang gak bisa gue utarakan secara langsung.

Menjadi seorang kadep, bukanlah sesuatu yang mudah. Apalagi untuk departemen yang identik dengan mikir kayak kastrat. Menjaga mood dari anggota kastrat menurut gue lebih susah dibandingkan dengan departemen lain. Kenapa gue bisa bilang kayak gitu, karena secara umum kegiatan dari kastrat hanyalah forga dan kajian. Beda dengan beberapa departemen lain yang memiliki banyak agenda dan kegiatan. Meskipun topik yang dikaji banyak, tapi tetep aja namanya kajian kan. Belum lagi ditambah dengan berbagai kesibukan lain di luar dari kuliah yang digeluti oleh masing-masing anggotanya. Bahkan menurut salah satu orang, anak kastrat itu dapat dipastikan megang double, triple, atau kuartet job malah. Itulah salah satu bedanya anak departemen kastrat dengan departemen lain.

Departemen kastrat sendiri coba gue bawa beda dibandingkan 1 atau 2 tahun belakangan. Ya dengan sikon yang jauh berbeda dengan beberapa tahun ke belakang, gue moncoba memulai dari 0 dalam membangun departemen ini. banyak yang gue rombak. Termasuk dari segi pemikirannya. Gue mencoba menanamkan sifat objektif kepada anak kastrat. Dan jangan kaget kalau tiba-tiba apa yang dibawa kastrat akan bertentangan dengan ideologi bem yang pro masyarakat. Meskipun pada dasarnya, apa yang kita bawa pada akhirnya juga akan untuk kepentingan masyarakat. Kenapa gitu? Dengan bersikap objektif, pada akhirnya kita akan mengetahui bagaimana kondisi riil yang ada di masyarakat. Dan karena itu pula kita akan tau bagaimana solusi yang baik bagi masyarakat. Gampangnya, gak usahlah kita munafik kepada diri kita sendiri. kita udah menuntut ilmu setinggi-tingginya dengan sebagian besar biayanya disubsidi oleh pajak masyarakat, namun kita tidak menggunakan ilmu itu dengan sebaik-baiknya dalam mencari solusi yang terbaik. Sebagai contoh apabila dari segi keilmuan sebuah kebijakan memang cocok dan hal tersebut adalah yang terbaik untuk masyarakat (dan efek kebijakannya tidak keliatan secara makro atau tidak keliatan secara langsung) dan kita tahu akan hal itu, namun pada saat itu kita menolak menggunakan fakta tersebut dengan alibi pro masyarakat yang padahal jika kita menolak fakta tersebut, dalam jangka panjang masyarakat juga yang akan menerima dampaknya, apakah itu tidak munafik? Yang perlu gue tekankan disini, dalam menentukan menerima atau menolak suatu kebijakan, kita tidak boleh hanya melihat dari satu sisi saja dan dari satu dimensi waktu saja. Negara ini tidak hanya akan berdiri selama 1-2 tahun saja kan? Dan satu lagi, tidak selamanya kebijakan yang diberikan harus selalu ditolak kan? Berpikirlah kritis akan hal itu. Mungkin, efeknya gak bakal keliatan buat 2-3 bulan kedepan. Namun, gue mencoba menjamin, kalau tahun depan, departemen ini akan kembali sebagaimana apa yang diinginkan semua orang. Satu hal lagi. Gue pingin, kastrat bukan cuma sekedar menanggapi sebuah isu. Namun, juga memberikan solusi atas sebuah permasalahan. Ya, ibarat kata kita gak pingin cuma ngomong doang tapi gak bisa memberikan sesuatu yang kongkrit. Sekali lagi, kita itu mahasiswa intelektual lho.

Sementara itu, dari gue sendiri sebagai kadep. Gue sendiri agak risih ketika ada yang bilang kadep di depan gue secara langsung. Gue sendiri sama sekali gak bangga kalau dipanggi kadep. sejujurnya, ketika ada seseorang yang menegur gue, kok sekarang beberapa pihak gak militan sih rasa ke-BEM-annya gak kayak pas zaman tahun lalu atau beberapa tahun lalu (yang gue rasa salah satunya ditujukan kepada gue). Disini akan gue coba gue jawab. Sebelumnya, gue berterima kasih telah mengingatkan gue. Namun, ada satu hal disini yang gue tekenin. Seperti yang telah gue sebutkan di awal, gue dari awal udah punya prinsip atau style sendiri. jadi, ketika ada yang memprotesnya, gue minta maaf gue gak bisa merubah cara gue ini. ini adalah style gue, dan buat apa gue harus berubah menjadi seperti orang lain. Bukankah kita di dunia diciptakan dengan style dan dna masing-masing yang tidak ada yang identik satu sama lain? Jadi, adakah yang salah? Gue lebih suka “militan” dengan cara gue sendiri yang mungkin berbeda 180 derajat dengan apa yang banyak orang pikirkan. Ya, mungkin ini juga dipengaruhi oleh background gue kebelakang.

Dan terakhir, gue juga ingin menekankan disini, gue tetap dengan senang hati menerima masukan ataupun kritikan terhadap diri gue dan terhadap departemen gue. Malah gue seneng. Dengan gue sering menerima kritik, berarti gue benar-benar berada pada posisi dimana gue sering diperhatikan orang. Atau dalam kata lain, fans gue semakin banyak. Hehehe. Namun, pada akhirnya keputusan akhir tetap di tangan gue kan? Mengutip dari kata-kata bambang pamungkas dalam bukunya, Setiap orang berhak menilai saya, apapun itu. Akan tetapi, maaf, mereka tidak dapat mengatur jalan hidup saya. Dan jadilah dirimu sendiri, maka kelak kau akan menemukan arti hidup yang sebenarnya.

You can throw your hands up
You can be the clock
You can move a mountain
You can break rocks
You can be a master
Don’t wait for luck
Dedicate yourself and you can find yourself
(the script – Hall of fame)

One Comment

  1. menjadi orang lain itu ga boleh, tapi mendengarkan orang lain itu harus
    kekhasan pribadi itu jelas wajib dimilki, tapi pemakluman itu juga ga baik

    pemakluman atas kekhasan pribadi, jika tidak berhasil disikapi dengan baik dan dilakukan berlebihan, hanya akan membuat individu terkekang pada dirinya sendiri dan tidak berkembang

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s