Travelling, Not only Going and Leaving

Bicara tentang hobi, pastinya gak bakal ada habisnya. Setiap orang pasti punya hobi masing-masing. Dan lagi, selalu ada alasan unik dibalik alasan mereka memilih hobi tersebut.

Buat gue, hobi itu adalah sesuatu yang dapat mengisi sesuatu yang hilang karena rutinitas keseharian kita. Itu kenapa, gue memasukkan kata “travelling” dalan list hobi gue.

Gue pernah dengar sebuah kalimat, the destination is not matter,but the journey is the best matter. And I aggree with that. Menurut gue, ketika lo sedang dalam perjalanan, maka yang paling berkesan adalah bagaimana lo mencapai tempat tujuan lo itu. Dan akan timbul kepuasan terbesar, ketika lo butuh effort yang besar pula buat mencapai tempat itu.

Gue sendiri selalu mencoba menikmati perjalanan yang gue lakuin. Dan hal itu didukung dengan kondisi gue sebagai anak rantau. Hehe. Ya gimana enggak,mau pulang aja harus ribet ama urusan tiket dll. Tapi disitulah asiknya. Gue jadi tau gimana susahnya rebutan tiket pas liburan, panik gara gara gak dapet tiket, dan lain sebagainya.

Selain itu, keasikan lainnya adalah mode transportasi apakah yang lo pakai pas travelling. Yap, beda mode bakal beda rasanya. Mode kereta api bakal menghasilkan sensasi yang beda dengan mode bis atau pesawat. Bahkan yang satu mode aja bisa bikin beda. Yang paling keliatan kalo lo mencoba mode pesawat atau bis. Kalo pesawat, tentu akan berbeda rasanya ketika lo naik A380 ama kalo dibandingin ama B737-300. Atau di bis, juga bakal kerasa banget. Beda karoseri, beda mesin, ataupun beda PO bakal menghasilkan sensasi yang berbeda.

Dan pada akhirnya, ketika sebuah perjalanan dikatakan lqmemberikan sebuah pelajaran dan tidak hanya sekedar pergi dan pulang, maka itu sangatlah benar. Bagaimana dalam perjalanan itu benar benar memberikan banyak perjalanan hidup. Bagaimana kita bisa melihat realita ekonomi Indonesia yang sebenarnya ketika kita naik mode KA ekonomi, bagaimana kita harus menahan emosi saat mode perjalanan yang kita tumpangi bermasalah, serta berbagai hal lain. Dan yang pasti, travelling, journey, atau apapun namanya, mengajarkan kita bahwa layaknya hidup, segala sesuatu itu membutuhkan proses untuk mencapai tujuan. Tinggal kita pilih proses mana yang bakal kita ambil. Karena dengan tujuan yang sama dapat diperoleh dengan hasil yang beda pula. Dan tentunya dengan sensasi yang beda pula.

Ditulis di atas KA Malioboro ekspress, Malang-Yogyakarta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s