Move on

Sudah sejak hampir 4 minggu yang lalu, gue pindah dari kontrakan ke pondok. Yap, berhubung kuliah gue yang udah habis dan asumsi gue udah gak banyak tugas atau kegiatan (dan asumsi gue salah) gue disuruh mondok sama ortu gue di salah satu pondokan di jakal atas. Segalanya serba baru buat gue. Dan yang pasti berubah semua dibandingkan dengan kondisi saat gue masih di kontrakan.

Pondok gue berjarak +/- 8 km dari UGM. Ya, bisa dibayangkan sendiri jam berapa gue harus berangkat ke kampus atau kantor a.k.a PAU (tempat proyek). Setelah gue hitung-hitung, kalo misalnya gue nyantai berangkatnya, dibutuhkan +/- 20 menit. Yang jadi masalah adalah macetnya jakal pas pagi atau pas sore menjelang malam. Udah hampir kayak Jakarta. Seriusan dah. Ya, bisa dibilang jalur gue searah dengan jalur kerja orang-orang. Gue berangkat pas orang-orang pada mau berangkat kerja, dan gue pulang pas jam pulang kantor. So, selamat menikmati kemacetan. Hahaha. Itung-itung, ini buat latihan kalo pas kerja nanti gue dapet kerjaan di Jakarta dan punya rumah di sekitaran Jakarta. Atau latihan juga buat menghadapi keramaian dan ke”sumpek”an kalo misalnya gue dapet kerjaan di SG atau NY mungkin. Hahaha. Kalo yang ini mah mimpi banget. Wkwk.

Selain segi jarak yang semakin jauh dari kampus, dari segi lingkungan pun juga berubah. Tempat gue didominasi oleh mahasiswa dari kampus paling tinggi di YK (literally). Dan, gue menjadi minoritas disini. Entah kenapa, terkadang gue sedikit roaming dengan cara pandang pemikiran mereka. Ya, agak gak nyambung aja sih sebenernya. Gue gak tau apakah ini ada hubungan dengan asal univ atau gimana, tapi serasa ada gap aja. Meskipun banyak juga anak teknik disini, tapi seakan-akan dunia keteknikan mereka beda ama keteknikan gue. Ya, mungkin bener juga kata dosen gue soal sastra teknik yang berlaku disitu. Dan lagi sepertinya pemikiran mereka gak se terbuka anak UGM sih kayaknya. Kayaknya lho ini. #nooffense. Wkwk. Oh iya, berhubung disini mayoritas anak kampus paling tinggi se YK, jadinya standar yang dipake sama pengurus pondok disini adalah seperti menyamakan segala hal sesuai dengan kampus disitu. Sebagai contoh, mereka menyamakan segala kesulitan dan kualitas perkuliahan di UGM dengan kampus tersebut. Dan yang gue sedikit kesel adalah, jurusan yang menurut mereka paling susah adalah FK. Selain itu, jurusannya gampang. Oh men. Please. Sekarang gak gitu juga kali. Teknik pun udah gak kalah susah dengan FK. Sekali lagi, #nooffense yak. Wkwk. Bukannya gue mau dibedain gitu sih. Tapi, ya dilihat dululah standar yang digunakan. Karena tingkat kesulitan masing-masing universitas itu beda. Kita bisa aja dapet IPK 4.00 di universitas A, tapi apakah bisa juga di universitas B? belum tentu juga kan. Analogi simpelnya gitu sih. Wkwk.

Namun, ada banyak sisi baiknya gue di sini. Solat gue lebih ketata lagi jamaahnya. Terus rotib gue jadi bisa kebaca setiap hari. Ngaji gue juga jadi ada yang ngebenerin kayak pas jaman SD. Alhamdulillah yak. Sesuatu banget. Hahaha. Itung-itung tobat sebelum lulus. Hahahaha. Dan gue gak menyesal juga sih pindah. Gak ada happy ending kan kalo diawali dari segala hal yang berbau kenyamanan? Hahaha. Mungkin dari sini gue bisa mengggapai langkah atau mimpi yang lebih tinggi dari sebelumnya. Going abroad? Maybe. Doain sajalah semester ini berakhir dengan sesuatu yang sangat baik. Karena kehidupan gue sangat ditentukan dari hasil semester ini.

 

Karakter tidak bisa dikembangkan dalam zona yang nyaman. Hanya melalui pengalaman, percobaan, dan kegagalan, jiwa dapat diperkuat, visi & inspirasi ditemukan, dan keberhasilan dicapai. Karena saat keluar dari zona nyaman lah kamu akan memperoleh kekuatan, keyakinan,dan benar-benar berhenti melihat ketakutan, bahkan kamu dapat melakukan hal-hal luarbiasa yang tidak bisa kamu lakukan sebelumnya.Ingat, baja terbaik dapat terbentuk melalui tungku terpanas – anonim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s