Traveller’s Novel

Akhirnya sempet nulis juga. Maklum, semakin mendekati akhir kerja praktek, kerjaan makin menumpuk. Hehehe. Alhamdulillah yak semakin dikasih kepercayaan buat nggarap kerjaan kantor. Anyway, gue lagi gak pingin ngebahas tentang masalah kerjaan sekarang. Gue lagi pingin nulis hal lain.

Yap, akhir-akhir ini gue lagi sering banget beli novel. Dan dua tema novel tersebut mirip-mirip sih. apalagi kalau bukan travelling. Novel pertama berjudul the dusty sneakers, dan yang kedua berjudul negeri van oranje. Sebenernya, gue udah pernah baca novel kedua itu pas di IC. Tapi gak tau kenapa, gue pas mau beli buku lain, pikiran gue selalu teralihkan oleh novel ini. Hahaha. Padahal gue sebenernya udah punya buku pilihan lain pas itu. Dan viola, gue akhirnya beli novel kedua itu.

Sebenernya, novel negeri van oranje itu gak murni soal travelling sih. tapi lebih bercerita tentang kehidupan mahasiswa S2 di Belanda. Tapi, gaya berceritanya seolah mengantarkan pembacanya menjelajahi tempat tempat keren yang ada di Belanda (dan sedikit Eropa). Jadi, ya gak murni tentang travelling sih. sementara novel pertama, lebih bercerita mengenai pengalaman travelling yang terbagi menjadi dua. Dari sudut pandang si cowok yang melakukan travelling di Indonesia, dan dari sudut pandang cewek yang melakukan travelling di Eropa dan di India. Itu pun sejatinya gak to the point menjelaskan negara yang dikunjungi kayak semacam travelling guidance gitu, tapi lebih ke pemikiran si penulis terhadap daerah yang dikunjungi.

Gue sendiri entah kenapa lebih menyukai buku travelling yang seperti itu, karena memiliki alur dan cerita. Yaiyalah, itu kan novel. Hahaha. Tapi, meskipun itu novel, gue sendiri tetap mendapatkan esensi dan sedikit merasakan apa yang mereka ceritakan dalam balutan novel tersebut. At least for now, gue mendapat sedikit gambaran tentang indahnya Wageningen, sulitnya hidup dengan uang terbatas di Belanda, atau gimana pertemuan sepasang kekasih setelah lama tidak bersua yang diceritakan di the dusty sneakers. Untuk yang point terakhir ini, buat gue berasa banget yak. maklum, hampir 4 bulan belum bersua dengan yang di jogja. Lho, malah jadi curhat kan. hahahah. Dan yang pasti, keinginan gue untuk mengunjungi tempat tersebut semakin menguat. Hahaha. Ya ibarat kata, setinggi apapun imajinasi gue tentang indahnya wageningen, atau romantisnya Paris dan Venice, tetep aja sensasinya bakal beda kalo kita ngerasain langsung kan?

Yap, semoga, suatu hari nanti kita bakal bisa mengunjungi tempat itu yaak. adios!

 

To move, to breathe, to fly, to float,
To gain all while you give,
To roam the roads of lands remote,
To travel is to live

(Hans Christian Andersen, The Fairy Tale of My Life: An Autobiography)

8 Comments

  1. Semangat dib! Aku punya negeri van oranje dari jaman sma dan aku usah baca iu lebih dari 5 kali. Buku ini juga yang melambungkan mimpiku hingga aku bisa sampe sini. Kalau udah rezekinya pasti dapet kok :))

    Reply

  2. Hidup dengan uang terbatas di Belanda………………. (liat rekening – menghela napas – tidur lagi.)
    Sebenernya uang beasiswa cukup kok dib kalau buat kuliah di sini tanpa keinginan jalan-jalan ._.

    Reply

    1. gak ada opsi ketiga po ruz?hahaha
      gak tau nih. masih galau. hahha
      masih pingin kerja tapi di LN. terlalu ngayal sih ini kayaknya. wkwk

      Reply

  3. gw udah baca juga loh negeri van oranje, dan gw jadi pengen ke Belanda! hahahaha
    dan buku pertama itu gw belum pernah baca, gara2 lu nulis dan cerita dikit, gw jadi pengen beli. ah siaaaal hahahaha

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s