Cerita Rumah Sakit

Beberapa hari yang lalu gue mendampingi operasi ayah gue. Bukan operasi besar sih, karena tindakannya adalah pemasangan ring di jantung ayah gue. Tapi, itu pertama kalinya gue masuk ke ruang operasi. Kesan pertama, dingin. Dingin banget. Hahaha. Kesan kedua, hijau. Banyak banget warna hijau di ruangan. Menurut yang gue baca di komik Conan, emang ada alasan tertentu kenapa banyak warna hijau. Karena pas operasi mata kita akan sering melihat warna merah (darah), kalau kelamaan akan membuat warna lain akan terlihat seperti merah darah juga. Nah disinilah gunanya warna hijau itu. Biar mata kita gak keterusan liat warna merah terus. Tapi gak tau juga ding. Kan sumber yang gue baca komik Conan. Hahaha

Dan di ruang operasi itulah gue ngeliat betapa besarnya harapan yang digantungkan seorang keluarga pasien kepada seorang dokter. Ya, bisa dibilang nyawa seorang pasien bergantung akan kerja dari dokter tersebut. Saat itulah gue mikir, mungkin itu hasil jerih payah mereka belajar yak. Kan lama banget tuh kalo dokter berlajarnya. Kuliah S1 aja 4 tahun (normalnya). Itu pun lulus baru dapet gelar sarjana medika. Terus KOAS ya itung aja 2 tahun. Baru deh dapet gelar dokter. Itu aja udah 6 tahun. Terus dilanjut lagi kalo mau ambil gelar spesialis. 2 tahun. Total 8 tahun. Lama banget kan. Kalo anak teknik, kalo niatnya emang ambil studi, dengan periode yang sama mungkin udah bisa dapet gelar doctor (S3). Tapi ya itu. Pegangan mereka kan nyawa orang. Jadi, wajar aja gimana perjuangan untuk mendapatkannya pun jauh lebih berliku dan lebih berat.

Kadang-kadang gue sempet mikir, kenapa dulu gak masuk FK aja yak. Menurut paman gue, keistimewaan yang dimiliki oleh seorang dokter adalah mereka bisa masuk ke berbagai jenjang kehidupan. Artinya, mereka bisa bergaul dengan siapa aja. Mulai dari yang tinggal di emperan kaki lima, sampai yang tinggal di hotel bintang lima. Berbeda dengan jurusan eksak yang lain. Mereka cenderung lebih ke segmentasi tertentu. Dalam hal ini ya yang berhubungan dengan bidangnya saja. Ya mungkin boleh dibilang yang paling social dibanding jurusan eksak yang lain. Tapi pada akhirnya sih ya kembali orangnya lagi ya. Daan, berhubung gue udah masuk teknik, dan gue mengakui kalo pemikiran gue teknik banget, ya sudah. Show must go on. Masih banyak hal yang bisa gue lakuin di teknik. tapi, kalo ngeliat dokter pas make jas putihnya tuh kok keliatan cool dan keren gitu yak. Keliatan berwibawa juga. Hahahha. Anak teknik? Masa harus make helm dan sepatu safety -_-.

Dan salah satu hal yang bisa gue lakuin sebagai anak teknik adalah merancang sarana di bidang kesehatan. Gue sempet kepikiran gini. Kebayang gak sih rumah sakit milih pemerintah punya fasilitas dan pelayanan sebaik rumah sakit swasta? Tapi tentu dengan harga masih rumah sakit pemerintah. Nah itu permasalahannya. Setau gue, pelayanan dan servisnya kalah jauh. Di malang aja, kelas paling tinggi di rumah sakit pemerintah, pelayanannya so so. Masih kalah sama pelayanan di kelas 1 (bukan kelas paling tinggi) di RS swasta. Padahal harganya hampir sama lho. Gimana coba? Dengan harga yang hampir sama, pasti mendingan milih kelas 1 di rumah sakit swasta kan. Gue sendiri pingin suatu hari bisa punya rumah sakit yang pelayanannya bintang 5 tapi harganya kaki 5 (bukan iklan dari salah satu rumah makan lhoo :p).

Kenapa rumah sakit? Salah satu indikator suatu peradaban itu maju bisa dilihat dari rumah sakitnya. Ketika eropa mengalami Dark Age yang salah satunya disebabkan oleh wabah pes, di negara arab tidak mengalaminya. Karena mereka telah memiliki fasilitas kesehatan yang top pada jamannya. Masa kini pun juga begitu. Kebanyakan negara maju pasti memiliki fasilitas kesehatan yang top. Bahkan di amerika sampe dibikin tv series, House MD, yang bahkan sampe berjalan 8 season. Hampir sama kayak sinetron tersanjung -__-.

Yap, perjalanan untuk sampe kesana masih panjang. Masih ada kuliah ngulang yang harus diberesin semester ini plus beberapa matkul extra. Dan jangan lupa skripsi yang harus digarap sebelum bisa menyandang gelar ST. Yang mungkin nanti bisa kita lakukan adalah membuat sebuah karya yang suatu hari bisa kita kenang dan ceritakan. Semoga suatu hari nanti gue bisa ngomong, “tau gak bangunan tertinggi di dunia yang baru dibangun di Indonesia? Itu salah satunya gue yang ngerancang lho”. Someday. aamiiin

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s