Bergantung kepada yang lain

Terkadang, sekeras apapun usaha kita, hasilnya harus bergantung kepada orang lain. Yap, ada kalanya usaha kita gak sejalan dengan hasil yang inginkan karena adanya faktor orang lain. Selain faktor rezeki masing-masing sih. contohnya nih, ketika wawancara untuk meng-apply sesuatu. Semeyakinkan apapun jawaban kita (tentu saja menurut kita), bisa aja menurut orang lain biasa aja atau malah tidak meyakinkan sama sekali. Gue sendiri pernah mengalami. So far, gue belum bisa memberikan contoh bagaimana interview buat kerja, karena application gue selalu gagal hingga saat ini. Hahaha. Tapi gue bisa ngasih contoh lain. Ketika gue melamar menjadi duta salah satu penyedia OS terbesar di dunia, gue berhasil sampe di tahap interview. Dan, pas itu interview berjalan sangt lancar dan menutut gue juga sangat meyakinkan gue menjawabnya. Sekali lagi, menurut gue. Tapi kenyataannya adalah gue gak lolos tahap interview.

Ada dua hal yang bisa diambil. Pertama adalah itulah pentingnya doa. Setiap hal yang harus kita lakukan harus diiringi dengan doa. Karena ketika kita telah melakukan sesuatu, let God do the rest. Yap, kuasa Allah bener-bener ada pada saat itu. Ya, gimana enggak. Satu langkah setelah kita meninggalkan ruang wawancara, menandakan pada saat itu pula kita tidak bisa berbuat apa-apa tentang nasib kita. Yang bisa kita lakukan hanyalah pasrah kepada Allah

Yang kedua adalah hati seseorang tidak bisa ditebak. Yap, kita gak bisa membaca hati seseorang. Bahkan untuk orang yang sangat kita cintai sekalipun. Ada sebuah pepatah berkata, women’s heart is deeper than ocean. Hati seorang wanita itu lebih dalam daripada samudera. Dari atas perahu mungkin kita hanya bisa melihat sejauh beberapa meter. Tapi ketika kita mencoba masuk kedalam samudera itu, kita akan sulit sekali melihat ujung terdalam dari samudera itu. Begitu pula dengan hati wanita. Semakin mencoba mendalami, terkadang justru kita semakin tenggelam didalamnya tanpa bisa mengerti. Walah, kok jadi begini jadinya. Hahha

Daan, pada akhirnya yang bisa kita lakukan hanya melakukan yang terbaik untuk apapun yang inginkan. Dan ketika sudah sampai pada titik maksimal usaha kita, yang bisa kita lakukan hanya berdoa kepada Allah agar diberikan hasil yang terbaik. itu versi bijaknya. Nah kalo versi romance-nya, yang bisa kita lakukan hanyalah berbuat sebaik dan semaksimal mungkin buat dia agar hatinya senang dan bahagia, entah bagaimana respon yang dia berikan, itu urusan nanti. Cheers ^^

 

2 Comments

  1. Kalo sepengalamanku, interview itu overall bisa dibilang sbg tahapan pencocokan apa yg ada di CV dan apa yang kamu utarakan saat berhadapan dgn recruiter. As long as the CV is honestly written by your self, you are safe. Tapi yg perlu digaris bawahi, gugup dan panik adalah tanda org berbohong. So, just be confidence with your self and be proud of the experience which has been written on your CV. Mereka cuma pingin kamu yg apa adanya🙂

    Reply

    1. wih ada mas wanto berkunjung ke blogku. hehehe
      siiip mas. makasih sarannya. bolehlah mas cerita-cerita ama sharing pengalaman ngelamar kerjanya. keren banget udah keterima di halliburton. selamat mas. hehee

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s