Menjadi Mahasiswa

Tak terasa udah mencapai tanggal 20an Desember. Artinya, kira-kira 10 hari lagi kita bakal meninggalkan tahun 2014 dan menyambut 2015. Ada banyak hal yang gue pelajarin selama satu tahun kebelakang. Satu tahun ini bisa dibilang adalah termasuk tahun dimana gue bener-bener menjadi mahasiswa. Menjadi mahasiswa yang dalam hal ini mengaplikasikan langsung segala yang didapat di perkuliahan untuk diterapkan di dunia masyarakat maupun di dunia kerja. Yap, tahun ini gue merasakan langsung yang namanya KKN (kuliah kerja nyata) maupun KP (kerja praktek)

KKN, kuliah kerja nyata. Sebuah media yang disediakan oleh UGM agar kita bisa mengaplikasikan langsung ilmu yang kita dapat di masyarakat. Tinggal di satu rumah bersama 24 teman-teman selama dua bulan tentunya menjadi kenangan indah yang tidak akan pernah lo lupakan selama hidup lho. Dan mungkin bisa juga kita ceritakan kepada orang lain betapa seru dan asyiknya KKN. Ditambah lagi posisi gue pas itu adalah sebagai seorang kormanit. Tambah banyak banget pengalaman dan peajaran yang gue dapet. Bagaimana menyederhanakan sebuah pemikiran kompleks agar mudah dicerna oleh masyarakat adalah salah satu hal yang gue harus pelajari pas itu. Tak peduli lo sepintar apa, yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah sesuatu yang simple, sederhana, dan berdampak langsung pada masyarakat.

Bukan Cuma itu aja. Ada anekdot yang bilang jika KKN merubah segalanya. Yap, 2 bulan bersama dalam satu pondokan bersama 24 orang membuat lo mendapatkan satu keluarga baru. Gimana enggak, bersama 2 bulan melewati baik masa seneng maupun sedih, secara enggak langsung bakal menumbuhkan suatu ikatan tersendiri. KKN sendiri membuat cara pandang gue lebih luas. Dan itu mau gak mau harus gue lakuin. Pola pandang teknik gue gak bisa semena-mena harus diterapkan. Terkadang gue harus melihat dari sisi yang berbeda. Dan, itu menarik. Buat gue, melihat suatu masalah dari suatu sudut pandang yang berbeda itu asik banget. Menuntut gue untuk selalu berpikir komprehensif. Yang pasti, otak dan hati gue dituntut berkerja ekstra pas itu. Dan yang paling gue suka adalah itu membuat berat badan gue turun hampir 3 kg. hahahahaha.

Apabila KKN menuntut kita mengaplikasikan ilmu yang didapat di dunia masyarakat, lain halnya dengan KP. KP menuntut kita mengaplikasikan ilmu kita di dunia industry yang nyata. Yap, ini bukan hanya terikat pada teori teori. Tapi, sudah berkaitan langsung dengan kondisi real di lapangan yang sangat technical banget. Awal KP, gue sempet ngerasa jetlag. Bukan jetlag dalam artian travelling. Tapi lebih kepada perubahan drastic dari saat KKN menuju KP. Menurut gue, pemikiran gue sangat berbeda saat itu. 2 bulan pemikiran gue dituntut lebih kearah social. Lalu tiba-tiba harus berputar 180 derajat menjadi sangat technical. Dan, itu gak mudah. Hahaha. Yap, berhubung gue punya mentor dan temen departemen yang keren-keren, semuanya berhasil dilewati. Wkwkwk

KP semakin membuka wawasan gue tentang teknik elektro. KP juga semakin memperjelas passion gue di bidang keteknikan. Gue semakin yakin kalo maslaah mesin, motor, generator, dan kawan-kawannya sama sekali bukan passion gue. Sebaliknya, autocad, etap, dialux, dan kawan-kawannya semakin menetap di hati. Ahhaha. Believe me, when you get an internship, your paradigm will be opened. If not, you have to try again to do internship in other places

Dan, masih banyak hal-hal lain yang gue rasakan selama 2014 ini. It will be posted soon about anything that I’ve done in 2014. This is just the beginning. Stay tune here guys! Hehehe

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s