Hidup Diantara Dua Pilihan

Memilih dan menerima segala resiko dari pilihan kita. Dua hal yang mungkin merupakan salah satu hal yang paling sulit untuk dilakukan di dunia ini. Dalam hidup, terkadang kita harus memilih diantara dua pilihan yang sangat sulit untuk dipilih. Terkadang, bisa juga kita dengan mudahnya memilih salah satu dari dua pilihan yang ditawarkan. Meskipun, itu sangat jarang terjadi. Yang lebih sering terjadi adalah kasus pertama.

Memilih suatu pilihan menjadi sangat sulit apabila kedua pilihan yang ditawarkan merupakan dua hal yang sama-sama kita inginkan. Dan apabila kita memilih salah satu dari keduanya, dapat dipastikan akan menimbulkan penyesalan ketika tidak mengambil pilihan lain. Banyak contoh yang dapat memperlihatkan betapa sulitnya memilih pilihan tersebut. Misalnya, kita ditawarin liburan ke eropa selama 2 minggu gratis, atau umroh selama 2 minggu yang juga gratis. Dua pilihan yang sangat berat menurut gue. Liburan ke eropa selama 2 minggu dan gratis? Semua orang pasti menginginkan hal itu. Disisi lain, umroh selama 2 minggu dan gratis? Siapa pula yang ingin melewatkan hal ini. Apabila kita memilih eropa, maka kita akan melewatkan kesempatan untuk merasakan betapa nikmatnya berdoa langsung di raudhah Masjid Nabawi atau melewatkan bagaimana rasanya nikmatnya shalat langsung di depan ka’bah. Plus, gratis. Sementara itu, ketika kita memilih umroh, maka kita akan melewatkan kesempatan merasakan indahnya paris dan venice di malam hari, atau ski di swiss. Dan sekali lagi, gratis. Terlepas dari itu semua, poin yang bisa diambil disini adalah dibalik setiap pilihan yang kita pilih, pasti ada suatu titik dimana penyesalan akan muncul. Dan bagaimana kita berdamai terhadap penyesalan itulah yang menjadi kunci dari itu semua.

Seiring bertambahnya usia, semakin banyak pula hal-hal baru yang akan kita lalui. Dan semakin banyak pula pilihan-pilihan yang harus kita ambil dan kita putuskan. Ketika SMA, mungkin kita dihadapkan pilihan memilih IPA atau IPS. Ketika akan lulus SMA, kita akan dihadapkan pilihan jurusan dan universitas yang akan kita pilih. dulu gue sendiri sempat merasakan harus memilih apakah gue harus memilih FK atau teknik sebagai jurusan yang harus gue pilih. dan ketika gue memilih teknik, teknik apa yang harus gue ambil. Ketika itu, gue sendiri dihadapkan oleh pilihan, teknik elektro, teknik sipil, teknik kelautan, atau kah teknik mesin. Ketika akhirnya gue memilih teknik elektro, gue pun harus memilih apakah gue memilih masuk UGM atau ITB. Dan pada akhirnya gue pun memilih UGM. Ada penyesalan? Tentu ada. Terkadang gue berpikir, kalau misalnya gue dulu memilih ITB, gue bisa berkembang lebih dari ini. Namun di sisi lain, gue juga bertanya-tanya, kalau dulu gue memilih ITB, apakah lingkungan tersebut cocok buat gue. Dan, terus berlanjut hingga saat ini.

Beberapa waktu yang lalu, gue sendiri dihadapkan atas dua pilihan yang harus gue putuskan dalam waktu dua jam. Ceritanya, gue mengirimkan cv gue ke sebuah perusahaan business consulting di Jakarta. Gue apply buat magang disana. Ketika gue mengirimkan cv, gue sama sekali gak ada kepikiran buat lolos. Ya gimana bisa kepikiran buat lolos, cv gue aja terbukti belum pernah lolos seleksi cv manapun. Hahahha. Eh ternyata sekitar 3 hari setelah gue mengirim cv itu (hari jumat), gue ditelpon kalo gue lolos buat seleksi magang disana. gue dikasih waktu dua jam buat mutusin, apakah gue mengiyakan atau menolak. Kalo iya, maka hari seninnya gue udah harus masuk kesana. Saat itu gue mikir, pros and cons kalo gue menerima tawaran itu. Prosnya, kantornya deket dari rumah kakek gue di Jakarta. Ibaratnya, masalah akomodasi pasti beres dan gratis. Palingan cuma beli bensin. Terus gue bakal melakukan sesuatu yang sangat baru buat gue. Yap, magang di perusahaan business consulting tentu merupakan sesuatu yang sangat menarik buat dilakukan. Pasti banyak yang tanya, kan lo anak teknik dib. Ngapain magang disitu. Mm, gue mencoba berpikir dari sisi lain, semakin banyak pengalaman yang lo coba, pasti bakal memberikan efek positif buat kita. Dan dalam hal ini gue akan banyak belajar hal baru utamanya dalam bidang bisnis. Siapa tau, 5-10 tahun kedepan udah megang suatu jabatan manajerial. Siapa tau kaan. Hahahhaa. Selain itu, magang ini digaji. Hahaha. Ya, buat gue sih gede itungannya gajinya. Selama dua bulan gue magang disitu, gue bakal menerima gaji yang setara sama harga tablet mewahnya Samsung. Hahahaha. Kalau tadi prosnya, sekaran consnya. Jelas, banyak yang harus gue tinggal di jogja dong kalau misalnya gue menerima lamaran itu. Seminar kp yang belum juga dilakuin gara-gara masih harus revisi, ambil data skripsi yang belum juga dimulai karena masalah izin belum keluar, melewatkan beberapa recruitment yang ada di bulan maret, dan masih banyak lagi. Setelah gue timbang-timbang, akhirnya gue harus memilih menolak tawaran tersebut. Dengan pertimbangan itu tadi, masih banyak yang harus gue urus di jogja. Menyesal? Ada titik dimana gue menyesal. Ya ibaratnya gue melepaskan kesempatan belajar bisnis langsung di lapangan, ketika biasanya gue cuma belajar secara teoritis atau hanya mendengarkan cerita-cerita orang dan lagi melepaskan kesempatan mendapatkan tablet idaman gue itu. Hahaha. Tapi gue harus berdamai dengan itu semua. Gue harus melakukan gimana caranya pilihan yang gue pilih gak bakal menjadi pilihan yang salah. Yap, semua hal yang menjadi pertimbangang gue itu, harus beres pada bulan maret ini. Bagaimanapun caranya. Hanya dengan cara itulah gue bisa meyakinkan diri gue, kalo pilihan inilah yang terbaik buat gue. So far, gue merasa kalo pilihan yang gue ambil udah bener sih. hahaha. Karena gue sendiri belajar banyak dari seseorang yang menurut gue keren banget, karena telah bisa membuat keputusan penting dalam hidupnya dalam menanggapi tawaran magang (langsung tanpa tes dan lain sebagainya) di perusahaan yang mungkin menjadi idaman dari semua orang. Yap, I learn from the best.

Dan, pada akhirnya gue sendiri meyakini, beberapa saat lagi mungkin gue juga harus memilih pilihan-pilihan yang mungkin tidak kalah sulit dari ini. Atau bahkan jauh lebih sulit dari ini. Karena semakin kedepan, gue selalu berpikir kalau kita bakalan harus memilih bukan sekedar, apakah memilih menyelesaikan skripsi, melakukan seminar kp, dan kerjaan di kampus atau memilih magang dan mendapatkan reward setara tab s Samsung, namun pasti bakal lebih besar dari itu. Yap, gue selalu meyakini hal itu. Dan gue sendiri meyakini mungkin tak lama lagi gue bakal mengalaminya. Semoga kita selalu dimudahkan dalam memilih pilihan yang terbaik untuk kita di masa kini dan di masa depan. Cheers ^ ^

Ps: terima kasih banyak buat pelajarannya yaa🙂. Padamu, aku banyak banget belajar. Yap, once again. I learn from the best.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s