Novel Sabtu Bersama Bapak

Tidak adanya kuliah dan tugas tidak berarti waktu menjadi lebih senggang. Efek dari kesibukan skripsi membuat blog ini menjadi sedikit tidak terurus. Yaa kebanyakan liat window dari ms. Word dan autodesk revit, membuat terkadang ide-ide di kepala yang ingin ditulis di blog menjadi hanya sekedar keinginan belaka. Rasanya kalo mau buka ms. Word itu seakan tersugesti untuk membuka file skripsi. Hahaha. Akibatnya jelas. Ide tulisan di blog berubah mode menjadi mode skripsi.

Gak banyak novel yang gue baca dalam 2 bulan terakhir ini. Begitu pula dengan frekuensi gue ke toko buku paling lengkap se antero jogja (baca:gramed*ia). Yang gue catet, kayaknya gue cuma beli 2 buku baru. 1 buku yang bener-bener baru, 1 buku lainnya merupakan buku yang gue beli untuk mengganti buku gue yang tidak jelas posisinya dimana (baca:hilang). Buku pertama berjudul sabtu bersama bapak. Sementara buku kedua adalah the dusty sneakers. Buku kedua gue pernah gue ceritain sekilas di beberapa post terakhir gue di blog ini. Jadii, sekarang saatnya gue menceritakan sedikit tentang buku pertama.

Sabtu bersama bapak. Sebuah novel yang dikarang oleh mas adhitya mulya. Seorang novelis yang juga mengarang novel berjudul traveler’s tale. Salah satu novel favorit gue tentang travelling. Novel sabtu bersama bapak ini direkomendasikan oleh saudari nanut (@isnanut). Dan dengan berbekal rekomendasi dari mpok nanut ini, akhirnya gue belilah novel ini. Ternyata, novel yang gue beli ini adalah cetakan ke Sembilan. Alamaaak. Kemana saja gue selama ini. Dulu, sebelum direkomendasikan oleh mpok nanut, gue sempet pernah ngelirik nih novel pas lagi hunting novel di gramed*ia. Tapi saat itu hati dan dompet belum berkenan mengizinkan gue untuk membeli novel ini. Wkwkwk. Dan akhirnya gue baru diizinkan membeli novel ini pas gue balik dari Jakarta ke jogja. Alias sebagai teman seperjalanan dalam perjalanan gue balik ke Yogyakarta dengan menggunakan armada OBL.

Novel ini dari judulnya sekilas seperti novel keluarga sederhana. Tentang kegiatan anak-anak bersama bapaknya pada hari sabtu. Tapi tanpa diduga, novel ini mengandung banyak sekali makna di dalamnya. Yap, novel ini berkisah tentang seorang pria yang belajar mencari cinta, tentang seorang pria yang belajar menjadi seorang bapak, dan seorang ibu yang membesarkan pria tersebut. Sekilas seperti novel cinta ya? Tapi percayalah, ketika lo baca novel ini akan banyak pelajaran di dalamnya. Apalagi topic yang dibahas berkisar tentang topik terpanas pada jenjang usia kita. Wkwkwk. Bahkan hati-hati dalam membaca novel ini. Karena konsepnya yang tidak terkesan menggurui, membuat para pembacanya rawan terjangkit baper. Tidak sedikit yang menitikkan air mata setelah membaca novel ini. Gue sendiri untungnya masih inget kalo gue lagi di bis. Jadi perasaan baper tersebut masih sedikit bisa ditahan. Wkwkwk.

Tokoh utama dalam novel ini ada 4. Bapak, satya, saka, dan mamah. Bapak digambarkan sebagai seorang bapak yang futuristik. Meskipun bapak telah lama meninggal dunia, namun bapak masih dapat menemani perkembangan kehidupan dari satya dan saka melalui video-video yang dibuatnya. Yap, sabtu bersama bapak disini adalah menonton video pembelajaran dari bapak pada hari sabtu sore. Satya digambarkan sebagai seorang engineer di sebuah perusahaan off shore. Dia telah memiliki istri yang bernama risa dan tiga orang anak, yaitu ryan, dani, dan miku. Tokoh inilah yang digambarkan sebagai pria yang belajar menjadi seorang bapak. Saka alias cakra digambarkan sebagai seorang deputy director dari sebuah bank multinasional. Masih muda dan berprestasi tidak selalu dibarengi dengan pengalaman cinta yang baik. Yap, pria ini adalah pria yang digambarkan sebagai pria yang belajar mencari cinta. Sementara ibu digambarkan sebagai seorang ibu dari kedua anaknya tersebut. Empunya franchise catering banyak di bandung dan jago masak.

Satya dan saka adalah pusat dari novel ini. Bagaimana transformasi dari seorang satya menjadi seorang bapak dan saka yang berusaha mencari belahan jiwanya yang belum ketemu adalah nyawa dari cerita ini. Bagaimana awalnya satya bersikap terlalu keras kepada risa dan anak-anaknya hingga menjadi seorang bapak yang diidam-idamkan oleh risa dan anak-anaknya telah memberikan sebuah pandangan tersendiri buat gue. Gue sendiri entah kenapa berasa ada yang mirip dengan sosok satya. Yaa dengan background yang sama sebagai seorang engineer, gue merasakan ada yang mirip dengan tokoh satya ini. Disini gue banyak belajar bagaimana seorang satya “belajar” kepada bapak melalui video-videonya tentang menjadi bapak yang baik. Apalagi dengan persamaan kondisi dengan satya yang sama-sama anak sulung. Hahaha.

Sementara saka alias cakra gue lebih banyak belajar lagi kepada tokoh ini. Yaa dengan kondisi yang sama sama belum berkeluarga, jadinya lebih pas lagi. Hahahha. Yap, berbeda dengan satya, saka digambarkan sebagai seseorang yang sedang mencari pendamping hidup. Tapi gak ketemu-ketemu. Dan akhirnya seorang saka bertemu dengan seorang perempuan bernama ayu. Awalnya seperti hopeless gitu si saka dengan si ayu. Ditambah lagi dengan adanya orang ketiga yaitu salman. Dengan kondisi yang lebih oke membuat si ayu lebih merapat ke salman. Saking hopelessnya saka dengan ayu, saka menerima ajakan ibunya untuk bertemu dengan anak dari temennya yang bernama ratna. Dan ternyataa, ratna adalah orang yang sama dengan ayu. Eng ing eeeng. Akhirnya bisa ditebak siih. Kalo ratna alias ayu menjadi pendamping hidup dari saka.

Dengan cerita sederhana namun sarat makna, gak heran sih kalo nih novel bisa sampe cetakan ke Sembilan. Penyesalan gue adalah kenapa gue nggak beli ini dari dulu-dulu. Hahahaha. Sebagai penutup, gue lampirkan beberapa kutipan kalimat dari novel ini. Enjoy!! Oh ya, hampir lupa. Jangan lupa beli novelnya yaa. Recommended banget pokoknya. wkwkwk

-….bukan berarti seseorang harus kaya sebelum nikah. Tapi kalian harus punya rencana. Punya persiapan…. (halaman 21)

-….asah softskill kalian. Belajar juga demi akhlak yang baik. Kembangkan bakat kalian, apapun itu. Luangkan waktu untuk semua itu. Tapi satu saja, jangan lupakan tiketnya. Dia melambaikan ijazah sarjananya (halaman 52)

-…meminta maaf ketika salah adalah wujud dari banyak hal (halaman 80)

-…menjadi panutan bukan tugas anak sulung kepada adik-adiknya. Menjadi panutan adalah tugas orang tua kepada seluruh anak-anaknya (halaman 106)

-…harga dari diri kita datang dari akhlak kita (halaman 120)

-…berapa kali kamu jatuh itu nggak penting. Yang penting itu berapa kali kamu bangkit lagi… (halaman 130)

…karena… kamu adalah perhiasan dunia dan akhirat untuk saya (halaman 174)

udah ah, kebanyakan spoiler jadinya ntar. Sisanya baca sendiri yaaa. cheers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s