The power of mind

Jadi ceritanya di sela-sela menunggu keluarnya jadwal sidang dan revisian skripsi, gue mencoba menamatkan 1 anime yang berjudul Accel World. Ceritanya simpel sih. ada good guy dan bad guy. Tapi ada 1 hal yang menarik disitu. Kekuatan terbesar dalam sosok tokoh protagonist tersebut adalah the power of will. Atau bisa dikatakan, kekuatan terbesar berasal dari pikiran dari tokoh tersebut, bukan dari kekuatan fisik tokoh tersebut.

Kalo dipikir-pikir lagi, itu bener juga. Kekuatan terbesar seseorang berada di pikiran. Seseorang dengan kekuatan fisik yang sangat kuat tapi tanpa keinginan menang, bisa kalah dari seseorang dengan kekuatan fisik yang biasa aja tapi memiliki keinginan menang yang sangat kuat. Bahkan, kalo kita main FM (Football manager) klub sebesar MU bisa aja kalah dari klub 3 level di bawahnya, ketika MU mainnya males-malesan dan tanpa keinginan untuk menang.

Kalo menurut gue, pikiran kita bisa menjadi kawan maupun lawan. Bisa menjadi kawan ketika pikiran kita bersifat positif dan menjadi lawan ketika pikiran kita bersifat negatif. Hal ini dikarenakan pikiran kita sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan kita. Sebagai contoh, misalkan kita sebagai mahasiswa tingkat akhir. Momok terbesar kita adalah tugas akhir. Suka atau tidak, kita mau gak mau harus ngerjain tuh tugas akhir kan. Nah disini bisa terjadi beberapa kondisi.

Ketika lingkungan kita membuat kita terpacu untuk menyelesaikan tugas akhir, maka pikiran kita secara sendirinya akan mengarahkan kita untuk segera menyelesaikannya. Bahkan, terkadang akan saat-saat dimana kita akan semangat banget ngerjainnya karena teman-teman di lingkungan kita berada juga lagi on fire semua. Pada saat ini pikiran kita bersifat positif atau bersifat sebagai kawan kita. Bahkan kalo buat gue, bisa ekstra positif ketika dikejar deadline. The power of kepepet dikombinasikan dengan the power of will itu efeknya sangat luar biasa. Wkwkwk.

Namun kondisi di atas bisa berubah 180 derajat. Ketika lingkungan kita tidak mendukung, maka kondisi di atas akan berubah total. Apalagi ketika ada sugesti dari sekitar kita, misalnya ah, buat apa cepet-cepet skripsi; ah, ngapain cepet-cepet lulus; dan lain sebagainya. Mungkin kita sendiri gak ngerasa. Tapi pikiran kita lama-lama akan tersugesti sesuai dengan yang lingkungan sugestikan kepada kita. Dan lama-lama pikiran kita akan menjadi negative atau lawan kita. Kalo sudah seperti itu, rasanya akan males buat nyentuh tuh tugas akhir. Seakan-akan pikiran kita makin menjauhkan kita dari tugas akhir.

Trust me, gue juga pernah mengalami saat ini. Baik yang positif maupun negative. Dan hampir semua orang pasti udah pernah ngalamin. Gue pernah ngerasin rasanya ketika kita pingin melarikan diri saja dari yang namanya tugas akhir. Buka word ama ppt aja susahnya setengah mati. Apalagi buka paper. Namun pada akhirnya, gue berpikir. Gak ada gunanya juga kita melarikan diri dari sesuatu yang cepat atau lambat harus kita hadapi. Dan gue meyakini, semakin lama kita melarikan diri, maka untuk kembali on track akan semakin sulit. Jadi ya suka gak suka, gue harus menyelesaikan tugas akhir ini.

Dan pada akhirnya semoga kita bisa selalu membuat mind set kita selalu positif kapanpun dan dimanapun tepat pada saat yang kita butuhkan. Anw, selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menunaikan. Semoga Ramadhan ini lebih baik dari sebelumnya. Aamiiin

 

Ps: semoga berkah Ramadhan ini membuat urusan sidang skripsi dan interview kerja lancar jugaa. Aamiin. mohon doanya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s