Tips Menulis Email

Sebelum dimulai, mari kita bersih-bersih sarang laba-laba di blog ini. Mungkin perlu beberapa hari biar blog ini kinclong lagi. Wkwk. Sebenernya, niat buat ngeblog itu masih ada. Tapi, terkadang niat hanyalah sekadar niat saja. Karena buka laptop aja males banget kalo udah pulang kantor. Jadi, ya boro-boro bikin artikel, karena buka laptopnya aja udah males duluan kan.

Anyway, artikel yang ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadi. Jadi, mohon bantuannya untuk koreksinya ya. Hehehe.

Kalau gak salah, salah satu artikel terakhir gue di blog ini adalah mengenai proses seleksi di WIKA (bisa dibaca di sini). Begitu artikel gue terbit, masuklah beberapa email untuk bertanya lebih jauh mengenai proses tersebut. Nah, dari situ, gue sering menemukan beberapa kesalahan yang umum dalam menulis email. diantaranya adalah:

  1. Subject email sering kosong
    Yang paling keliatan adalah judul atau subject email. beberapa email yang masuk, sering banget gak ada judulnya. Padahal, kita tau isi email kan awalnya dari judulnya. Jadi, jangan salahkan penerima kalau email kita gak dibaca dong. Judulnya aja udah nggak ada, kan
  1. Tidak ada salam pengantar
    Menulis email sebenernya mirip seperti menulis surat. Buat beberapa orang, ini gak terlalu penting. Tapi, adanya salam pengantar akan membuat kita sebagai pembaca lebih dihargai disitu. Bahkan dulu waktu kita belajar membuat surat saat pelajaran Bahasa Indonesia, salam pembuka menjadi komponen wajib dalam surat.

    Nggak perlu panjang-panjang, kok. Cukup seperti: Dear Pak …., atau Yth. Pak….,

    jika formatnya casual bisa seperti: Hi, Mas….

  1. Tidak diatur format paragrafnya
    Pernah gak bayangin satu artikel panjang, tapi gak kebagi-bagi paragrafnya. Ngeliatnya aja udah capek, kan? Analogi yang sama juga berlaku dong buat email. nggak susah, kan, untuk sekedar pencet tombol enter. Hehe
  1. Capslock
    Gue pernah menerima email yang isinya capslock semua. Nggak tau, ya, apakah tombol capslock-nya jebol apa nggak tuh. Wkwkwk.
    Karena, tulisan capslock dalam dunia virtual berarti menandakan kondisi emosi. Contoh sederhananya sebagai berikut:
    Tulisan “gue mau makan” dengan tulisan “GUE MAU MAKAN” pasti rasanya beda kan kalo dibaca.

Sebenernya masih banyak sih kesalahan dalam menulis email yang sering kita lakukan (termasuk gue sendiri). Dan banyak juga blog-blog yang sudah menuliskannya. Jadi, yuk mari kita belajar bareng-bareng. Karena ada saatnya dimana email itu bakal menjadi komunikasi primer kita dengan orang lain. Cheers

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s